Tampilkan postingan dengan label Teknik Grafika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknik Grafika. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Juni 2013

Mengenal Ukuran Kertas

Seri A Ukuran kertas pada Seri A biasa digunakan untuk cetakan umum dan perkantoran serta penerbitan. Dasar ukuran adalah A0 yang luasnya setara dengan satu meter persegi. Yang sering digunakan biasanya adalah ukuran A3 dan A4.
Nama Ukuran (cm)
A0 84,1 x 118,9 cm
A1 59,4 x 84,1cm
A2 42,0 x 59,4cm
A3 29,7 x 42,0cm
A3+ 31,8 x 48,0cm
A4 21,0 x 29,7cm
A5 14,8 x 21,0cm
A6 10,5 x 14,8cm
A7 7,4 x 10,5cm
A8 5,2 x 7,4cm
A9 3,7 x 5,2cm
A10 2,6 x 3,7cm
Seri R Ukuran ini biasa digunakan untuk kertas jenis Foto untuk mencetak foto. Pasti kamu sudah tidak asing dengan ukuran seri ini, jika kamu sudah pernah mencetak foto. Saat kamu mencetak foto pasti yang ditanya adalah "mau cetak ukuran R berapa?".
NamaUkuran (cm)
2R6,0 x 9,0cm
3R8,9 x 12,7cm
4R10,2 x 15,2cm
5R12,7 x 17,8cm
6R15,2 x 20,3cm
8R20,3 x 25,4cm
8R+20,3 x 30,5cm
10R25,4 x 30,5cm
10R+25,4 x 38,1cm
11R27,9 x 35,6cm
11R+27,9 x 43,2cm
12R30,5 x 38,1cm
12R+ 30,5 x 46,5cm
Seri B Ukuran kertas putih Seri B biasa digunakan untuk poster dan lukisan dinding

NamaUkuran (cm)
B0100,0 x 141,4cm
B170,7 x 100,0cm
B250,0 x 70,7cm
B335,3 x 500cm
B425,0 x 35,3cm
B517,6 x 25,0cm
B612,5 x 17,6cm
B78,8 x 12,5cm
B86,2 x 8,8cm
B94,4 x 6,2cm
B103,1 x 4,4cm
Seri C Ukuran kertas ini biasa digunakan untuk map, kartu post dan amplop.

NamaUkuran (cm)
C091,7 x 129,7cm
C164,8 x 91,7cm
C245,8 x 64,8cm
C332,4 x 45,8cm
C422,9 x 32,4cm
C516,2 x 22,9cm
C611,4 x 16,2cm
C78,1 x 11,4cm
C85,7 x 8,1cm
Seri F Biasa digunakan untuk fotocopy dan perkantoran. Yang paling sering digunakan adalah F4 atau orang lebih suka menyebutnya Folio.
Nama Ukuran (cm)
F4/Folio 21,0 x 33,0cm
Semoga Bermanfaat !!!

Perkembangan Teknologi Grafika

grafika creative
Teknologi baru dalam bidang persiapan cetak. Komputer
Teknologi baru dalam bidang persiapan cetak. Komputer telah merombak dengan cepat bidang prepress sejak duapuluh tahun yang lalu. Ketika berkembang teknologi photo typesetter, PC dengan
monitor dan keyboard; dimana sebelumnya bekerja dengan kamera foto reproduksi dan layar kontak, hingga scanner laser.

Pada waktu yang sama, karena perkembangan yang pesat media elektronik, batasan antara prepress dan cetak offset telah saling melengkapi. Dengan GTO-DI Direct Imaging Technology yang diperkenalkan oleh Heidelberg pada tahun 1991, telah diciptakan koneksi/hubungan langsung yang pertama antara prepress dan cetak. Tinjauan masa depan Heidelberg Druckmaschinen telah menjadi sebuah kenyataan dalam hal ini membuat komputer dapat mencetak yang sama sekali tanpa memutar melalui/via pelat dan film. Teknologi ini mempunyai kelebihan yang nyata/jelas. Hingga sekarang, beberapa tahapan disertakan dalam produksi cetak. Saat ini porsi yang besar pada proses ini dari ide hingga realisasinya dapat dikerjakan/diselesaikan secara digital. Juga, dalam hubungannya dengan prepress konvensional, dengan digital prepress maka kita dapat menghemat waktu, dengan komputer hingga film atau komputer hingga pelat.


grafika creative
alur kerja produksi grafika

Perkembangan yang inovatif juga mengemukakan terminologi baru. Dalam industri cetak kita bicara mengenai bits dan bytes, C-To-Press teknologi, PostScript, RIP, scanner, dan kamre digital.

Berkembangnya teknologi digital dibidang prepress, printing, dan postpress dengan hardware dan software yang terbukti bagus, menawarkan alat-alat yang berguna untuk memenuhi produktivitas.

Dibawah ini diuraikan teknologi CTP. Computer-To-Plate, yaitu proses pembuatan image atau gambar pada pelat cetak. Proses ini dikerjakan pada tahapan "prepress" - proses persiapan cetak. CTP atau disebut juga "direct-to-plate" berarti proses pembuatan pelat cetak secara langsung dari (file) komputer. Kecenderungan industri adalah bergerak ke arah digital, penggunaan CTP semakin banyak ditemukan pada industri percetakan terutama dinegara maju. Penggunaan komputer selain masalah ekonomis, mengingat biaya buruh yang mahal maka aspek fleksibilitas penggunaan komputer yang menghilangkan proses reproduksi menjadi pertimbangan penting perubahan ke CTP.

Ruang Lingkup Teknologi Grafika

Grafika adalah suatu teknik atau cara penyampaian pesan, gagasan, informasi, pikiran, kesan perasaan melalui penggandaan dengan cara dicetak dan disajikan kepada khalayak. Grafika merupakan teknologi yang memungkinkan hasil pikiran-pikiran tokoh ratusan bahkan ribuan tahun lalu sampai kepada kita berupa hasil cetakan. Karena jasa grafika juga, maka segala urusan manusia modern dipermudah atau sudah merupakan suatu mekanisme yang tidak mungkin ditinggalkan sejak sebelum lahir sampai ke liang lahat. Bahkan beberapa tahun setelah manusia di alam kubur masih memerlukannya, terutama yang berkenaan dengan kontrak tanah pemakaman. Mulai dari bungkus korek api, ijazah, buku rapor, surat kabar, majalah, buku pelajaran, koran, majalah, sertifikat, surat keterangan, surat nikah, perangko, brosur, folder, spanduk, company profile, formulir, tiket, meterai, uang kertas, faktur, kuitansi, STNK, surat pajak, KTP, paspor, dokumen perdagangan, peraturan, kemasan (kertas, karton, kaleng, plastik, dll) sampai ke poster dan bentuk cetakan dengan ukuran besar, surat-surat berharga yang dipergunakan pada bank-bank, dan sangat banyak jenis, bentuk, jumlah barang cetakan di masyarakat.semua adalah hasil karya manusia yang hanya bisa diwujudkan melalui teknologi grafika.

Industri grafika/percetakan di Indonesia sampai saat ini masih belum mampu menyetarakan diri dengan standar mutu industri grafika internasional, khususnya Asia dan Australia. Akibatnya, industri grafika Indonesia belum mampu berperan dalam menjawab tantangan pasar global. Dengan kata lain belum "Go International" Salah satu penyebabnya karena masih belum terpenuhinya sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.
Perubahan teknologi grafika terutama di pracetak sangat revolusioner. Perubahan software maupun hardware hampir dalam hitungan bulan. Teknologi desk top publishing (DTP) yang belum lama berkembang, meluas ke computer to film, computer to plate, computer to press, dan print on demand. Sejalan dengan perkembangan tersebut, teknologi cetak konvensional mulai bergeser ke arah digital print.

Perkembangan teknologi dan pasar grafika yang terus berubah cepat menjadikan para pelaku industri tersebut tertuntut harus bisa menyesuaikannya. Faktor waktu memang menjadi daya tarik bagi industri grafika, di samping juga tarif yang murah. Harga pokok produksi bisa ditekan dengan penggunaan alat berteknologi terbaru. Kemajuan teknologi informasi sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan teknologi cetak mencetak, sehingga di mana pun kita berada selalu menatap dan menggunakan barang cetakan.
Gambaran umum fungsi dan jenis barang cetakan yang demikian banyak dan bervariasi menuntut industri grafika melengkapi peralatan yang memadai dari kualitas dan kuantitasnya, serta kesiapan sumber daya manusianya sebagai penentu keberhasilan produksi.